PENGOPTIMALAN START UP PARIWISATA DI INDONESIA BERBASIS BUDAYA LOKAL
Pendahuluan
Start up adalah sebuah usaha kewiraswastaan yang biasanya merupakan bisnis yang baru tumbuh dengan cepat dan berkembang pesat yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan pasar dengan mengembangkan model bisnis yang layak seputar produk, layanan, proses, ataupun platform yang inovatif. Start up biasanya merupakan perusahaan yang dirancang untuk secara efektif mengembangkan dan memvalidasi model bisnis yang skalabel. Inti dari start up sendiri umumnya terkait dengan konsep ambisi, inovasi, skalabilitas, dan pertumbuhan. Start up merupakan salah satu upaya yang menjanjikan untuk untuk meningkatkan perekonomian di Indonesia. Ditambah lagi Indonesia punya banyak potensi yang bisa dijadikan start up bisnis. Salah satunya adalah pariwisata dengan mengedepankan potensi budaya lokal dalam masyarakat.
Satu hal yang dapat disebut sebagai atribut paling penting dalam sebuah startup adalah kemampuannya untuk bertumbuh. Paul Graham, seorang venture capitalist dan startup accelerator, menjelaskan bahwa fokus sebuah startup adalah pertumbuhan bisnis. Menurut Paul Graham, startup adalah sebuah perusahaan yang didesain untuk bisa diukur dengan cepat. Fokus dengan pertumbuhan, sebuah startup diharapkan dapat bertumbuh tanpa mempedulikan lokasi geografis. Ini jugalah yang membedakan startup dengan usaha kecil.
Dan budaya sendiri merupakan cara hidup dan karakter yang berkembang, serta dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang yang diwariskan dari generasi ke generasi. Dapat disimpulkan keragaman budaya adalah berbedanya kondisi antara kelompok masyarakat dalam sgegala bidang, baik sosial, ras, agama, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, karya seni, dan karakter yang diwariskan dari generasi ke generasi. Perbedaan itulah akan menyebabkan perpecahanyang pastinya akan merugikan dalam segala bidang apabila kita tidak dapat mengelolanya. Tapi pada keberagaman budaya terdapat potensi yang besar, terlebih dalam hal peningkatan ekonomi.
Untuk mengoptimalkan potensi tersebut, masyarakat harus di latih dan didorong agar menjadi masyarakat yang multikultural, yakni masyarakat yang bersedia menerima kelompok lain secara sama sebagai kesatuan tanpa memperdulikan perbedaan budaya, etnik, gender, bahasa maupun agama. Multikulturalisme memberikan penegaasan bahwa dengan segala perbedaaannya itu mereka ialah sama di ruang publik, menekankan pengakuan dan penghargaan pada perbedaan. Dengan begitu perpecahan dapat di hindarkan dan menjadikan keberagaman menjadi suatu hal yang menguntungkan, seperti halnya menjadikan budaya sebagai destinasi budaya yang menarik.
Isi
Mengapa potensi budaya lokal berpotensi sebagai Start up bisnis yang menjanjikan ? karena Indonesia memiliki banyak sekali budaya lokal yang dapat menarik wisatawan baik domestik maupun mancanegara. Salah satunya adalah upacara-upacara adat kedaerahan misal upacara adat ngaben yang berasal dari Bali. Banyak wisatawan mancanegara yang tertarik dan ingin mengetahui lebih lanjut tentang upacara adat tersebut. Hal tersebut dapat dijadikan peluang start up bisnis dengan menjadikannya objek pariwisata yang terbuka dan dapat dinikmati pengunjung. Hal tersebut tentunya akan menambah devisa negara.
Bali merupakan salah satu daerah yang berhasil megoptimalkan potensi budaya yang dimiliki lewat pariwisata berbasis budaya sebagai penyokong utama perekonomian lokal, itu di buktikan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, dengan membaiknya sektor pariwisata jumlah pengangguran terbuka di Bali turun 0,42% pada Februari 2018. Langkah tersebut diikuti oleh Kabupaten Banyuwangi yang berhasil menurunkan 50% jumlah pengangguran terbuka menjadi 3,07 persen lewat sektor pariwisatanya. Secara Nasional pendapatan devisa Indonesia lewat sektor pariwisata meningkat dari US$ 17 Miliyar pada 2017 menjadi 20 Miliyar US$ pada 2018.
Di Indonesia ada banyak sekali budaya lokal yang berpotensi untuk dikembangkan dan dijadikan start up bisnis. Ada 34 provinsi di Indonesia dan masing-masing provinsi tersebut terdiri dari banyak suku bangsa yang mempunyai budaya lokal khas yang masih belum dieksploitasi dan belum banyak dikenal oleh masyarakat. Bayangkan jika semua budaya lokal tersebut dikelola dengan baik dan dijadikan objek pariwisata yang menarik pengunjung maka devisa negara akan bertambah dan perekonomian di Indonesia bisa meningkat.
Lalu upaya yang dapat dilakukan agar start up berbasis budaya lokal tersebut dapat terealisasi adalah menggali dan mengenalkan budaya lokal tersebut kepada masyarakat luas. Bisa dengan cara menciptakan aplikasi khusus yang dapat membantu meperkenalkan budaya lokal yang kurang diketahui. Lalu agar lebih optimal bisa diberkan reward kepada orang-orang yang mempublikasikan budaya lokal di aplikasi tersebut. Selain itu dukungan dari pemerintah juga diperlukan agar start up ini berjalan dengan lancar.
Melalui Kementerian Pariwisata, pemerintah mendorong para pelaku bisnis di bidang pariwisata untuk mengembangkan pariwisata domestik di daerah-daerah yang selama ini masih belum terkekspos oleh publik. Pada tahun 2016 yang lalu, pemerintah bersama pelaku bisnis pariwisata berhasil menyulap kawasan Indonesia Timur menjadi destinasi impian. Lokasi-lokasi seperti Lombok, Sumba, dan tempat-tempat lain yang dulunya tidak populer kini seolah menjelma menjadi destinasi wisata yang memiliki daya tarik tinggi dan selalu mampu mendatangkan wisatawan dari berbagai penjuru dunia tidak hanya karena keindahan alamnya tetapi juga karena kekhasan kebudayaan lokal di sana.
Kesuksesan ini yang ingin diulang oleh pemerintah pada lokasi-lokasi lain di Indonesia. Dalam pengembangan suatu daerah menjadi objek wisata perlu dilakukan langkah-langkah yang tepat agar tidak memberikan dampak yang negatif bagi lingkungan sosial masyarakat dan daerah wisata itu sendiri. Dua tokoh pemerhati masalah pariwisata yaitu Evania Mokoginta dari Universitas Parahyangan dan E. Maryani dari Universitas Pendidikan Indonesia menuturkan bahwa sebelum mengembangkan pariwisata di suatu daerah perlu dilakukan analisis situasional oleh para pelaku bisnis pariwisata untuk menggali potensi wisata yang ada di suatu daerah. Analisis situasional ini menyangkut hal utama yaitu Social-Culture Assesment : Termasuk di dalamnya nilai-nilai sosial budaya yang dianut oleh penduduk, sumber utama mata pencaharian utama, berbagai jenis kesenian yang ada, situ-situs bernilai sejarah, event budaya yang digelar berkenaan dengan peristiwa tertentu, pakaian khas, arsitektur rumah adat, dan adat istiadat lainnya. Tujuan utama analisis ini adalah untuk memperoleh informasi tentang objek dan daya tarik wisata budaya andalan dan jenis kegiatan pariwisata andalan dan jenis kegiatan pariwisata yang dapat dikembangkan, tanpa merusak nilai-nilai sosial budaya yang berlaku.
Penutup
Jadi, start up merupakan salah satu bentuk pengoptimalisasian bisnis bagi kemajuan ekonomi di Indonesia. Salah satu bentuknya adalah start up dalam bidang pariwisata yang berbasis budaya lokal masyarakat. Dalam pengembangannya diperlukan peran aktif dari masyarakat maupun peerintah.
0 Comments